Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Senin, 16 Juni 2025

AMPO IMOGIRI


Sebagai alat bantu mengolah makanan tradisional yang berasal dari tanah liat, Ampo Imogiri kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb). Ampo yang terbuat dari tanah liat kegunaannya sudah sejak dahulu dipercaya mampu menyerap atau mengurangi rasa pahit, bahkan ada yang dijadikan cemilan ringan.

Ampo yang digunakan sebagai penghilang rasa pahit karena kandungan silica dan alumina di dalam ampo sifatnya sebagai penyerap atau pengikat rasa pahit contohnya pada sayuran daun papaya. penggunaan ampo sebagai alat bantu mengolah makanan tradisional dinilai masih aman bagi kesehatan.

Tidak direkomendasikan ampo dikonsumsi sebagai cemilan. ampo yang terbuat dari tanah liat mengandung mineral silica dan alumina hampir 90 % yang bersifat tidak bisa dicerna oleh saluran pencernaan.

Minggu, 08 Juni 2025

Compass agrinak, domba hasil anak bangsa indonesia

Jika dilihat sepintas lalu bentuk fisiknya menyerupai kambing, namun sebenarnya ini adalah domba,  Domba Compass Agrinak lebih tepatnya. merupakan domba hasil pemuliaan Pusat Penelitian Dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian, yang dirilis pada tahun 2014.



Domba Compass Agrinak merupakan hasil dari persilangan 50 persen domba lokal sumatera, 25 persen Domba Saint Croix dan 25 persen Domba Barbados Blackbelly, menjadikan domba compass agrinak cocok di iklim tropis indonesia

Keunggulan domba ini pertumbuhanya cepat, peluang lahir kembarnya tinggi dan mudah beradaptasi ketika digembalakan. untuk berat maksimal mampu diatas 30 kilogram di usia satu tahun.




Jumat, 06 Juni 2025

Filosofi memanah

Panah atau memanah sudah lama dikenal sejak ribuan tahun lalu bahkan Sebelum Masehi (SM). Memanah dahulu kala menjadi kegiatan untuk berburu binatang guna mencukupi kebutuhan protein. Seiring berjalanya peradaban manusia, memanah digunakan sebagai alat pertahanan atau senjata menjaga diri. Kini memanah berkembang menjadi olahraga bergengsi dibelahan negara-negara dunia. Mulai dari metode memanah tradisional hingga olahraga panah modern.

Dibalik itu semua, olahraga memanah membawa pengaruh positif bagi mereka yang menyukai hobi panah. Selain melatih kefokusan, kesabaran, dan mengasah ketajaman insting penggunanya.

Di tanah Jawa ada yang namanya olahraga memanah tradisional yaitu jemparingan. Jemparingan Mataraman ini ada dua metode bermain, yaitu dengan cara dibidik seperti memanah pada umumnya, ada juga yang tidak dibidik dengan mata jadi mengandalkan insting atau yang biasa disebut jegulan.

Terlepas dari semua itu, olahraga memanah memiliki filosofi yang sangat dalam. Panah yang terdiri dari dua bagian utama yaitu Anak Panah dan Busur jika dicerna lebih dalam mengajari tentang kehidupan manusia.

Ok, gaes mari kita coba ulas satu per satu. Anak panah yang berbentuk panjang dengan ujung runcing dan tajam, dan ujung sebaliknya diberi bulu untuk mengaitkan anak panah ke tali busur. Dalam kehidupan berkeluarga anak panah diibaratkan sebagai seorang anak. Sementara busur dikiaskan sebagai seorang ibu dan pemanahnya adalah seorang ayah.

Busur (ibu) dan pemanah (ayah) harus mampu bekerjasama, untuk melesatkan anak panah (anak) tepat pada sasaran. Dalam kehidupan berkeluarga antara ibu dan ayah harus seiring-sejalan bekerjasama dan melengkapi mengantarkan anak hingga sampai pada cita-citanya.

Dalam olahraga panah tradisional Jawa ( jemparingan Mataram ) ada peraturan yang tidak tertulis namun akan dipatuhi oleh penghobinya, dimana busur panah tidak boleh dipinjamkan oleh siapapun baik dalam berlatih ataupun berkompetisi.

Dari aturan tidak tertulis ini dapat ditarik pelajaran bahwa busur yang tadi kita ibaratkan sebagai ibu atau istri memang diharamkan untuk dipinjam oleh siapa pun, karena busur panah layaknya pusaka pribadi yang memang harus dipakai sendiri.




Minggu, 01 Juni 2025

BAKMI JAWA

Bakmi atau mie yang direbus maupun digoreng menjadi kuliner yang tidak asing di nusantara. Bahkan hampir setiap daerah di indonesia memiliki berbagai macam varian masakan berbahan dasar mie. 

Mie sendiri merupakan hasil akulturasi budaya indonesia dengan  negara-negara di kawasan asia timur raya seperti cina, semenanjung korea dan jepang. Di negara tersebut mie menjadi bahan makanan pokok masyarakatnya. Sementara di indonesia mie sebatas sebagai kuliner ringan pengganjal lapar semantara.

Dahulu para pelaut dari negeri tirai bambu sering melabuhkan kapalnya di Nusantara ini, dan banyak yang menetap tinggal serta beranak Pinak di Indonesia hingga saat ini. Dari sinilah mie diperkenalkan ke orang pribumi.

Di indonesia bahan dasar mie bisa dibuat dari tepung terigu, singkong maupun jagung diolah dengan berbagai varian rasa sesuai dengan kebiasaan dan budaya masing-masing daerah. Seperti masakan mie dari bumi Andalas (sumatera) rasanya kaya akan rempah yang sering tidak cocok dengan lidah orang jawa.

Mie dari sumatera seperti mie Aceh misalnya, kaya akan bumbu rempah dalam proses memasaknya yang berasa mie kari. Sementara itu mie godog (rebus) dari yogyakarta atau lebih dikenal dengan nama bakmi jawa biasa diolah menjadi kuliner berkuah dan goreng. 

Untuk menambah cita rasa gurih hasil masakan mie, biasanya dicampur dengan telur bebek. Amis.. ya memang amis namanya juga telor. Tapi jangan khawatir, percayalah para penjual bakmi jawa punya cara untuk menghilangkan bau amis itu, dengan menambah banyak sayuran dan rempah saat proses pembuatan bakmi godog ataupun goreng.