Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Minggu, 22 Februari 2026

Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dahulu digelar ketika kemarau panjang melanda. Dua pepadu (petarung) dipertemukan sebagai bagian dari ritual memohon hujan. Darah yang menetes diyakini sebagai simbol kesungguhan dan pengorbanan agar langit berbelas kasih.

Kini peresean tak lagi menjadi ritual pemanggil hujan. Fungsinya bergeser menjadi pertunjukan budaya dan daya tarik wisata. Namun tata aturan tetap dijaga.

Pepadu membawa penjalin (rotan) sepanjang sekitar satu meter dan ende, perisai dari kulit kerbau. Pukulan diarahkan ke tubuh bagian atas, terutama punggung dan bahu. Kepala dihindari.

Pertandingan dibagi dalam beberapa ronde singkat dan diawasi pakembar, wasit yang siap menghentikan laga bila luka terlalu dalam. Pertarungan diiringi musik gamelan Sasak dan tembang bernuansa mistis.

Di akhir ronde, kedua pepadu saling merangkul. Wajah yang tadi tegang berubah santai. Tidak ada amarah yang dibawa keluar arena.

Di Desa Budaya Sade Rambitan, Lombok Tengah pertunjukan ini berlangsung terbuka untuk menyambut tamu yang datang berkunjung.




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar