Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Selasa, 17 Desember 2013

LEGIAN BALI


Mungkin ketika saya tulis kata Legian tidak banyak orang tau apakah Legian itu. Akan tetapi jika saya ingatkan dengan tragedi bom bali di tahun 2002, yang terjadi 12 tahun yang silam mungkin ingatan anda akan langsung menjurus Imam Samudra cs. Tapi saya tak akan membahas ketiga teroris yang telah ditembak mati oleh team regu tembak Brimob itu. Saya akan mengajak anda untuk menelusuri jalan Legian yang tepatnya berada di Kabupaten Badung Provinsi Bali. Legian saat ini merupakan pusat hiburan malam para wisatawan mancanegara, hampir 80% tempat hiburan di kawasan Legian ini didominasi oleh wisatawan mancanegara. Diperkirakan hampir separuhnya dari turis Australia dan setengahnya oleh turis Eropa, Amerika dan Asia.


Jalan Legian yang kurang lebih satu kilometer panjangnya merupakan pusatnya tempat hiburan malam bagi wisatawan mancanegara untuk menghabiskan malam di Pulau Dewata. Berbagai macam tempat nongkrong dari cafe, restauran hingga discoutique dan night club tersedia disini, menjajakan berbagai macam minuman beralkohol dengan kadar persentase tinggi juga tidak ketinggalan paket acara disco untuk melengkapi kemeriahan disetiap malam-malamnya. Kebebasan berekspresi dan privasi disini benar-benar dijamin, kalau boleh saya bilang bahwa kawasan Legian bali merupakan Las Vegasnya Indonesia atau Pattayanya Indonesia. Jangan heran bila anda mengunjungi Legian akan melihat sekumpulan turis-turis asing berpesta pora menghabiskan malam dengan berjoged disco bersama, menghabiskan bir dipinggir jalan ataupun nyanyi-nyanyi sambil mabuk di plataran cafe ataupun di restauran.


Kabupaten badung sendiri memang 80% pendapatan daerahnya dari dunia pariwisata termasuk kunjungan wisatawan dan industri pelaku usaha di dunia pariwisata salah satunya termasuk industri wisata yang ada kawasan Legian bali. Maka dari pada itu pemerintah kabupaten badung sangat menjaga suasana kondusif dunia pariwisata terutama di Legian dan pentai kute yang letaknya tidak jauh dari kawasan hiburan Legian. Kita masih ingat ketika bom bali pertama. Pasca bom bali pertama dunia pariwisata khususnya di kabupaten badung benar-benar mati. Wisatawan mancanegara tidak berani untuk mengunjungi bali dan hal ini dapat kembali normal selang waktu dua tahun lamanya.

Masih di kawasan jalan Legian untuk mengenang peristiwa berdarah bom bali pertama dibangunlah monumen bom bali. Disana tertulis nama sejumlah 88 korban yang tewas akibat tragedi bom bali baik dari warganegara indonesia maupun warganegara asing. Disetiap tanggal 12 oktober banyak wisatawan meletakkan bunga di plataran monumen untuk mengenang kejadian berdarah dan orang-orang yang telah menjadi korban bom bali.



Letak kawasan Legian bali yang dekat dengan pantai kute merupakan dau perpaduan destinasi wisata yang bisa dijadikan referensi liburan anda jika berkunjung ke pulau dewata. Ketika disore hari banyak wisatawan mengunjungi pantai kute untuk menikmati sunset dan setelah matahari pulang ke peraduannya barulah pesta dimulai di jalan Legian kawasan Legian bali. Kawasan Legian ini merupakan ngumpulnya para turis asing dari berbagai Negara so jangan heran jika tarif makanan, minuman ataupun harga barang lainnya tiga kali lipat dengan harga standart yang anda ketahui.














boimprasetyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar