Siapa yang belum pernah lihat Tanah Lot. Saya yakin
sudah banyak yang melihat meskipun hanya di kalender. Ya, Tanah Lot merupakan
destinasi wisata yang ada di pulau Bali yang sering jadi langganan nampang di
kalender karena keesotikan panoramanya. Ketika matahari terbit dan terbenam Tanah
Lot merupakan spot incaran para fotografer untuk mengabadikan moment yang penuh
keindahan, dengan background bangunan pure yang berdiri diatas Tanah Lot dan
hamparan laut lepas menambah keagungan penciptaan Tuhan ketika sunrice dan
sunseet tiba.
Sebenarnya Tanah Lot adalah batu karang besar yang
terpisah dengan bibir pantai laut selatan pulau Bali yang membentuk sebuah
pulau kecil. Yang menjadi istimewanya adalah, adanya pure diatas pulau
tersebut. Pure itu bernama Pure Luhur atau Pure Agung Tanah Lot. Tanah Lot
sendiri berada di Desa Pekraman Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan-Bali
. sekitar 13 kilometer dari kota Tabanan atau 22 kilometer kearah barat dari
ibu kota Bali-Denpasar. Pure luhur Tanah Lot sendiri merupakan pure Dang
Khayangan yang dibangun 15 abad yang lalu oleh Dhang Yang Niratha seorang
pendeta penganut agama hindu dari kerjaan majapahit. Kenapa dikatakan Tanah Lot,
kata tanah diartikan sebagai batu karang yang menyerupai gili atau pulau kecil,
sedangkan kata lot mempunyai arti laut. Jadi nama Tanah Lot diartikan sebagai
pulau kecil yang terapung di tengah laut.
Pure luhur Tanah Lot sendiri awal mulanya dibangun oleh Dhang Yang Niratha pada 15 abad yang lalu. Sebenarnya dahulu kala Tanah
Lot tidak terpisah dengan pantai laut selatan Bali, dikarenakan untuk
melindungi diri dari usiran Bandesa Beraban tokoh penganut monotheisme pada
waktu itu. Dengan kekuatan spiritualnya dia memindahkan batu karang besar yang
biasanya untuk bersemedi ke tengah lautan, dan sejak itulah dinamakan Tanah Lot
atau Tanah di Tengah Lautan.
Di pure luhur Tanah Lot juga terdapat mata air yang
diberi nama air suci yang konon katanya berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa
penyakit, untuk kesuburan memiliki anak dan sebagai obat awet muda. Maka dari
pada itu banyak pengunjung yang meminta air suci tersebut untuk sekedar
membasuh wajah atau badan maupun untuk dibawa pulang. Tidak hanya itu saja, ada
yang namanya Lipi Poleng atau Ular Suci. Ular suci yang berwarna hitam-putih ini
konon katanya juga jelmaan dari selendang yang dikenakan Dhang Yang Nirartha ketika
melawan Bandesa Beraban. Lipi Poleng ini diyakini masyarakat sebagai penjaga Pure
Luhur Tanah Lot.
Untuk mengunjungi Pure Luhur Tanah Lot tidaklah mudah,
harus menunggu air laut surut terlebih dahulu. Jadi jka anda berkunjung ke Tanah
Lot pad waktu air pasang maka anda hanya akan bisa melihat Pure Luhur Tanah Lot
dari bibir pantai saja tanpa bisa mendatangi pure luhur tersebut. Untuk
wisatawan domestik cukup merogoh kocek Rp 7.500,-/orang untuk anak-anak dan
dewasa Rp 10.000,-/orang untuk orang dewasa. Sedangkan untuk wisatawan
mancanegara Rp 15.000,- /orang dan Rp 30.000,-/orang untuk orang dewasa.
Ada sesuatu yang unik yang terlihat di sekitaran
wisata Tanah Lot. Anda akan mendapati para penjaja jasa foto langsung jadi
dengan pakaian adat Bali yang menggunakan sarung khas Bali bermotif kotak-kotak
dan ikat kepala yang dinamakan pudeng.
Jadi jika anda mampir ke Tanah Lot lupa membawa camera untuk mengabadikan
moment indah di Tanah Lot, janganlah khawatir karena para fotografer-fotografer
disini akan selalu bersedia mengabadikan gambar anda yang tentunya dengan tarif
yang memuaskan.
Bagi anda yang senang travelling dan hobi belanja,
masih di komplek wisata tanah lot difasilitasi dengan pasar seni. Pasar seni
ini menjajakan berbagai jenis oleh-oleh khas bali seperti baju, sarung atau
kain bali, lukisan, patung dan barang lainnya yang dapat dijadikan buah tangan
yang tentunya semua bernuansa pulau dewata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar