Sungai Elo berada di Kabupaten Magelang yang bermata air di Gunung
Sindoro. Aliranya begitu deras ketika musim penghujan tiba. Derasnya aliran
sungai ini memancing para pemberani untuk menguji seberapa besar nyali mereka,
seberapa kuat otot-otot tangan mereka menggerakkan dayung , membelokkan perahu
karet untuk satu tujuan menaklukkan jeram demi jeram di sepanjang aliran
sungai.
Tentunya olahraga
raffting atau yang umum disebut arung jeram sudah tidak asing bagi anda para
pecinta alam. Sebenarnya olahraga menelusuri aliran sungai di atas perahu karet
ini tidak begitu sulit dan bisa dilakukan oleh orang awam sekalipun. Dalam
kegiatan arung jeram ini kita bisa merefresh kembali kondisi tubuh yang selama
ini penuh dengan penatnya segala aktifitas pekerjaan yang terkadang menguras
tenaga dan pikiran. Para pengarung bisa berteriak sekuat mungkin, selepas
mungkin ketika bertempur menaklukkan jeram-jeram yang cukup berbahaya yang
bilamana kurang tangguh dapat membalikkan perahu karet yang kita naiki.
Bila mana kalian ingin
merasakan uji adrenalin maka tidak salahnya untuk mencoba berarung jeram di
aliran Sungai Elo di daerah Muntilan Kabupaten Magelang. Dari Jogja kami menuju
ke arah utara Kabupaten Magelang kurang lebih 40 kilometer jauhnya. Tujuan kami
ke salah satu operator yang menyelenggarakan arung jeram di sungai elo, salah
satunya ialah Mendut Raffting. Cukup diketahui saja, di daerah sana banyak sekali
operator raffting yang menawarkan jasa wisata arung jeram. Cari saja di mbah
google operator raffting Sungai Elo pasti anda akan menemukan banyak sekali.
Dari nama operator itu
selintas kita akan terbayang sebuah nama candi. Tepat sekali, Candi Mendut.
Operator rafting yang kami tuju memang letaknya di belakang Kompleks Wisata
Candi Mendut. Jadi jika ingin menuju kesana ikuti saja arah menuju Candi Mendut,
dan bila mana sudah sampai di Candi Mendut anda tanyakan saja ke pedagang
souvenir yang ada di Kompleks Wista Candi Mendut, operator arung jeram mendut
raffting milik bapak Rosyid pasti anda akan diberi petunjuk untuk menuju ke
rumahnya yang penuh dengan perahu karet, rompi pelampung dan peralatan raffting
lainnya.
Dari rumah bapak Rosyid
pemilik Mendut Raffting para wisatawan yang akan arung jeram di bawa ke lokasi titik
start dengan mobil kurang lebih perjalanan 30 menit lamanya. Nah, disanalah
petualangan menaklukkan jeram Sungai Elo dimulai. Tapi sebelumnya anda akan
diberikan pengarahan oleh para pemandu atau yang biasa disebut Skipper. Setelah
semuanya siap maka petualangan pun bisa dimulai.
Besarnya tingkat
kesulitan jeram dan derasnya aliran di Sungai Elo tergantung dari debit air
sungainya. Dikala musim penghujan debit air Sungai Elo akan naik dan aliran
sungainya sangat deras sehingga jeram-jeramnya pun tampak lebih menantang. Bila
raffting di musim penghujan akan lebih cepat waktunya menuju titik finish
dikarenakan aliran sungai yang begitu deras. Panjang lintasan untuk arung jeram
di Sungai Elo 12,5 kilometer dengan jumlah jeram 35. Anda akan melewati
nama-nama jeram yang kadang aneh dan asing di kuping kita. Ada jeram Kedung
Celeng, Kriting, Sesek, Ciluk Ba Dan
Jeram Rolex. Dan jeram yang paling sulit ditaklukkan adalah Jeram Kriting,
karena jika skipper tidak pandai mengarahkan para peserta arung jeram banyak perahu
yang akan terbalik jika melewati Jeram Keriting ini.
Dijamin anda akan
mendapat pengalaman wisata yang beda dari biasanya. Basah-basahan diatas perahu
karet , mengapung di atas jeram yang sewaktu-waktu dapat membalikkan perahu
yang kita naiki. Dan ketika perahu kita mencoba menaklukkan jeram adrenalin
anda pun naik, secara tak sadar mulut ini berteriak lepas memecah suasana
sungai yang tadinya hening menjadi ramai.
Hal ini belum seberapa,
anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang hijau disekitar kanan-kiri sungai,
jembatan gantung dari bambu akan sering ditemu di sepanjang aliran sungai dan
masih banyak dijumpai para penduduk di bantaran sungai yang memanfaatkan aliran
sungai untuk mencuci, mandi baik tua maupun muda.
Panjang lintasan 12,5
kilometer akan anda tempuh dalam waktu 2-3 jam tergantung debit air dan
derasnya aliran sungai. Anda tidak perlu khawatir, karena perahu karet akan
berhenti sejenak di rest area yang telah disediakan oleh para operator
raffting. Di rest area kita akan disuguhi air kelapa muda yang segar sebagai
penambah stamina dan aneka jajanan tradisional pedesaan. Heemm, menyenangkan
bukan. Dengan merogoh kocek sebesar 700 ribu rupiah untuk sewa satu perahu yang
bisa anda naiki 6 orang sudah termasuk biaya akomodasi lainnya ditanggung
petualangan kali ini tidak akan terlupakan.
by boimprasetyo 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar