Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Senin, 21 Oktober 2013

Taklukkan Jeram Kriting Di Sungai Elo

Sungai Elo berada  di Kabupaten Magelang yang bermata air di Gunung Sindoro. Aliranya begitu deras ketika musim penghujan tiba. Derasnya aliran sungai ini memancing para pemberani untuk menguji seberapa besar nyali mereka, seberapa kuat otot-otot tangan mereka menggerakkan dayung , membelokkan perahu karet untuk satu tujuan menaklukkan jeram demi jeram di sepanjang aliran sungai.

Tentunya olahraga raffting atau yang umum disebut arung jeram sudah tidak asing bagi anda para pecinta alam. Sebenarnya olahraga menelusuri aliran sungai di atas perahu karet ini tidak begitu sulit dan bisa dilakukan oleh orang awam sekalipun. Dalam kegiatan arung jeram ini kita bisa merefresh kembali kondisi tubuh yang selama ini penuh dengan penatnya segala aktifitas pekerjaan yang terkadang menguras tenaga dan pikiran. Para pengarung bisa berteriak sekuat mungkin, selepas mungkin ketika bertempur menaklukkan jeram-jeram yang cukup berbahaya yang bilamana kurang tangguh dapat membalikkan perahu karet yang kita naiki.

Bila mana kalian ingin merasakan uji adrenalin maka tidak salahnya untuk mencoba berarung jeram di aliran Sungai Elo di daerah Muntilan Kabupaten Magelang. Dari Jogja kami menuju ke arah utara Kabupaten Magelang kurang lebih 40 kilometer jauhnya. Tujuan kami ke salah satu operator yang menyelenggarakan arung jeram di sungai elo, salah satunya ialah Mendut Raffting. Cukup diketahui saja, di daerah sana banyak sekali operator raffting yang menawarkan jasa wisata arung jeram. Cari saja di mbah google operator raffting Sungai Elo pasti anda akan menemukan banyak sekali.

Dari nama operator itu selintas kita akan terbayang sebuah nama candi. Tepat sekali, Candi Mendut. Operator rafting yang kami tuju memang letaknya di belakang Kompleks Wisata Candi Mendut. Jadi jika ingin menuju kesana ikuti saja arah menuju Candi Mendut, dan bila mana sudah sampai di Candi Mendut anda tanyakan saja ke pedagang souvenir yang ada di Kompleks Wista Candi Mendut, operator arung jeram mendut raffting milik bapak Rosyid pasti anda akan diberi petunjuk untuk menuju ke rumahnya yang penuh dengan perahu karet, rompi pelampung dan peralatan raffting lainnya.

Dari rumah bapak Rosyid pemilik Mendut Raffting para wisatawan yang akan arung jeram di bawa ke lokasi titik start dengan mobil kurang lebih perjalanan 30 menit lamanya. Nah, disanalah petualangan menaklukkan jeram Sungai Elo dimulai. Tapi sebelumnya anda akan diberikan pengarahan oleh para pemandu atau yang biasa disebut Skipper. Setelah semuanya siap maka petualangan pun bisa dimulai.

Besarnya tingkat kesulitan jeram dan derasnya aliran di Sungai Elo tergantung dari debit air sungainya. Dikala musim penghujan debit air Sungai Elo akan naik dan aliran sungainya sangat deras sehingga jeram-jeramnya pun tampak lebih menantang. Bila raffting di musim penghujan akan lebih cepat waktunya menuju titik finish dikarenakan aliran sungai yang begitu deras. Panjang lintasan untuk arung jeram di Sungai Elo 12,5 kilometer dengan jumlah jeram 35. Anda akan melewati nama-nama jeram yang kadang aneh dan asing di kuping kita. Ada jeram Kedung Celeng, Kriting,  Sesek, Ciluk Ba Dan Jeram Rolex. Dan jeram yang paling sulit ditaklukkan adalah Jeram Kriting, karena jika skipper tidak pandai mengarahkan para peserta arung jeram banyak perahu yang akan terbalik jika melewati Jeram Keriting ini.

Dijamin anda akan mendapat pengalaman wisata yang beda dari biasanya. Basah-basahan diatas perahu karet , mengapung di atas jeram yang sewaktu-waktu dapat membalikkan perahu yang kita naiki. Dan ketika perahu kita mencoba menaklukkan jeram adrenalin anda pun naik, secara tak sadar mulut ini berteriak lepas memecah suasana sungai yang tadinya hening menjadi ramai.

Hal ini belum seberapa, anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang hijau disekitar kanan-kiri sungai, jembatan gantung dari bambu akan sering ditemu di sepanjang aliran sungai dan masih banyak dijumpai para penduduk di bantaran sungai yang memanfaatkan aliran sungai untuk mencuci, mandi baik tua maupun muda.

Panjang lintasan 12,5 kilometer akan anda tempuh dalam waktu 2-3 jam tergantung debit air dan derasnya aliran sungai. Anda tidak perlu khawatir, karena perahu karet akan berhenti sejenak di rest area yang telah disediakan oleh para operator raffting. Di rest area kita akan disuguhi air kelapa muda yang segar sebagai penambah stamina dan aneka jajanan tradisional pedesaan. Heemm, menyenangkan bukan. Dengan merogoh kocek sebesar 700 ribu rupiah untuk sewa satu perahu yang bisa anda naiki 6 orang sudah termasuk biaya akomodasi lainnya ditanggung petualangan kali ini tidak akan terlupakan.

by boimprasetyo 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar