Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Rabu, 03 Maret 2021

Yang asli hanya ada 2 di dunia. ( Wacinwa , wayang kulit akulturasi budaya Cina-Jawa )

Terinspirasi dari wayang kulit purwa, Gan Thwan Sing seorang keturunan Cina yang sudah lama menetap di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah menciptakan Wacinwa  atau Wayang Kulit Cina-Jawa di tahun 1925. Wayang kulit perpaduan akultursi Budaya Cina-Jawa ini, kini menjadi masterpiece dunia yang hanya bisa ditemui di Musem Sonobudoyo Yogyakarta dan di Universitas Yale Amerika.

Terlahir di tahun 1885 dengan nama Gan Thwan Sing, seorang keturunan Cina yang menetap lama di Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Kecintaannya dengan budaya Jawa, membawa Gan Thwan Sing berkarya membuat wayang kulit Cina-Jawa atau Wacinwa . Wacinwa lahir dari terinspirasi wayang kulit jawa yang sudah ada sejak dahulu.

Wacinwa  merupakan sebuah maha karya hasil dari akulturasi budaya cina dan jawa yang dibuat Gan Thwan Sing tahun 1925. Di dunia, Wacinwa  merupakan sebuah masterpiece lantaran hanya dimiliki oleh dua lembaga saja yaitu, koleksi Museum Sonobuoyo Yogyakarta dan Universitas Yale Di Amerika. Museum Sonobudoyo Yogyakarta sendiri mempunyai 167 wayang Wacinwa yang bergaya cina klasik dan diprediksi usianya lebih tua dibanding yang dimiliki oleh Universitas Yale.

Dalam wayang cina-jawa ini, ketika dimainkan berdasarkan pakeliran jawa, artinya ada dalang, properti kelir dan juga gamelan yang mengiringinya. Dalam satu set wayang Wacinwa terdiri dari tokoh wayang dewa, prajurit, perwira, jenderal, panglima, bhiksu, pendeta, rakyat biasa para abdi, raja dan juga menterinya. Selain itu, ada juga properti wayang berbentuk kapal, kuda ataupun binatang dalam legenda cina seperti naga, liong dan barongsai.

Sementar itu koleksi wayang Wacinwa yang dimiliki oleh universitas yale di Amerika lebih banyak, sejumlah 345 yang bercorak jawanya lebbih kental. Bahkan ada tokoh seperti punakawan ataupun limbuk-cangik.

Museum Sonobudoyo mendapatkan koleksi wayang Wacinwa  dalam kurun waktu tahun 1933 hingga 1934, kala itu masih bernama Java Institut. Java Institut mendapatkan koleksi Wacinwa  dibeli dari Liem Kie Tjwan, seorang Kapiten Cina di Yogyakarta pada pertengahan abad ke-19.

koleksi Wacinwa  yang ada di museum sonobudoyo yogyakarta mementaskan kisah penyerbuah Sie Jin Kwi Ceng Tang ke timur. Sementar  itu, koleksi Wacinwa  yang berada di Universitas Yale sejumlah 345 wayang melakonkan kisah penyerbuan Sie Jin Kwi Ceng See ke barat.

Kisah Sie Jin Kwi Ceng Tang menceritakan tokoh utama Sie Jin Kwi dari sejak ia lahir hingga pengembaraanya sampai kisah Sie Jin Kwi menjadi prajurit di kerajaan tong hingga menapaki karier manjadi jenderal yang mahir menguasai 18 jenis senjata hingga akhirnya menjadi seorang raja.

 













 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar