Berkunjung kesalah satu kompleks percandian agama Budha yang berdiri di suatu dataran luas disebuah
lembah yang dikelilingi oleh perbukitan seribu . dengan dikelilingi enam stupa
yang sudah tidak utuh dan tak bisa tersusun kembali Candi Banyunibo dihiasi
relief pada dindingnya yang menceritakan tentang dewi kesuburan hariti .
dengan berkunjung ke situs percandian yang satu
ini mungkin anda akan menilai situs Candi
Budha ini merupakan tempat yang indah
diantara candi lainnya. berdiri diatas dataran yang luas di lembah yang
terkurung oleh perbukitan seribu. Tidak hanya itu saja dengan persawahan dan
perkebunan tebu yang terhampar luas di
bagian barat candi menambah kesan agung sebuah tempat pemujaan yang di bangun pada 800 masehi yang
silam. Ya, inilah Candi Banyunibo salah
satu situs Candi Budha yang ada di
Yogyakarta.
Untuk Memasuki komplek Candi Banyunibo, anda
akan melewati jembatan kecil diatas
parit yang menghubungkan area percandian dengan jalan. Bangunan candi utama di
kompleks Candi Banyunibo ini masih terlihat utuh berdiri dibandingkan situs
candi Budha lainnya seperti Candi Kalasan maupun Candi Sambisari.
Kompleks Candi Banyunibo yang terletak di Pedukuhan
Cepit, Desa Bokoharjo, kecamatan prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta. Terdiri dari candi
induk yang menghadap ke barat dengan dikelilingi enam Candi Perwara berbentuk stupa
di sisi timur dan selatan. Namun sayang, Candi Perwara berbentuk stupa ini sudah
tidak utuh lagi dikarenakan banyak batuk candi yang hilang sehingga sulit disusun kembali dalam proses
pemugarannya.
Dinamakan Candi Banyunibo, karena situs candi Budha
ini terkurung oleh lereng-lereng
perbukitan disisi timur dan selatan dan jika dimusim hujan akan tampak air
mengalir turun dari lereng-lereng perbukitan yang mengelilingi bangunan candi
ini. Lalu warga setempat menyebutnyan Banyu
Nibo yang artinya air jatuh. Maka dinamakannyalah
Candi Banyunibo oleh masyarakat setempat.
Candi induk yang berukuran panjang 15,325 meter,
lebar 14,26 meter dan tinggi 14,25 meter terlihat berdiri menjulang dan kokoh.
Bangunan candi induk ini berbentuk persegi yang terdapat tangga masuk disisi
baratnya. Candi Banyunibo mempunyai selasar, dikarenakan tubuh candi berukuran
lebih kecil dibanding kaki candinya.
Memasuki bilik Candi Banyunibo dengan melintasi sebuah lorong terlebih
dahulu. Dimana dikanan maupun kiri lorong ini terdapat relief yang menceritakan
tentang dewi kesuburan dalam epos agama Budha yaitu Hariti yang digambarkan sedang dikerumuni anak-anak.
Sedangkan pada dinding sisi sebelah kiri menggambarkan pria dalam posisi sedang
duduk yang merupakan Vaisravana suami dari Hariti.
Diperkirakan Candi Banyunibo
merupakan candi untuk peribadatan atau pemujaan bagi Sang Budha Gautama.
Hal ini
terekam dari jejak
adanya relung besar yang dulunya diperkirakan bekas penempatan arca Budha , namun sayang sekali ketika Candi Banyunibo ini ditemukan arca-arca itu telah lenyap.
sementara itu dinding luar Candi
Banyunibo terdapat relung yang diperkirakan bekas ditempatkan arca sang Budha .
Candi Banyunibo sendiri ditemukan dalam keadaan runtuh dan proses penelitiannya baru dilakukan di tahun 1940 serta pada tahun 1943 dilakukan penyusunan kembali pada
bangunan candi.
Pemugaran Candi Banyunibo berlangsung dua tahap dimana tahap pertama berhasil menyelesaikan bagian
alas atau soubasement, kaki
candi, tubuh candi dan
pelataran serta pagar candi disisi utara.
Sementara itu pemugaran
tahap kedua baru dilakukan di tahun 1976 dengan melanjutkan pemugaran atap dan
stupa puncak candi induk hingga selesai pada tahun 1978.
by. boimprasetyo




Tidak ada komentar:
Posting Komentar