Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Senin, 11 Agustus 2014

Candi Banyunibo, Tempat Pemujaan Di Lembah Perbukitan Seribu

Berkunjung kesalah satu kompleks percandian agama Budha  yang berdiri di suatu dataran luas disebuah lembah yang dikelilingi oleh perbukitan seribu . dengan dikelilingi enam stupa yang sudah tidak utuh dan tak bisa tersusun kembali Candi Banyunibo dihiasi relief pada dindingnya yang menceritakan tentang dewi kesuburan hariti .

dengan berkunjung ke situs percandian yang satu ini  mungkin anda akan menilai situs Candi Budha  ini merupakan tempat yang indah diantara candi lainnya. berdiri diatas dataran yang luas di lembah yang terkurung oleh perbukitan seribu. Tidak hanya itu saja dengan persawahan dan perkebunan tebu  yang terhampar luas di bagian barat candi menambah kesan agung sebuah tempat  pemujaan yang di bangun pada 800 masehi yang silam. Ya, inilah Candi Banyunibo  salah satu situs Candi Budha  yang ada di Yogyakarta.

Untuk Memasuki komplek Candi Banyunibo, anda akan melewati jembatan kecil  diatas parit yang menghubungkan area percandian dengan jalan. Bangunan candi utama di kompleks Candi Banyunibo ini masih terlihat utuh berdiri dibandingkan situs candi Budha lainnya seperti Candi Kalasan maupun Candi Sambisari. 

Kompleks Candi Banyunibo yang terletak di Pedukuhan Cepit, Desa Bokoharjo, kecamatan prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.  Terdiri dari candi induk yang menghadap ke barat dengan dikelilingi enam Candi Perwara berbentuk stupa di sisi timur dan selatan. Namun sayang, Candi Perwara berbentuk stupa ini sudah tidak utuh lagi dikarenakan banyak batuk candi yang hilang  sehingga sulit disusun kembali dalam proses pemugarannya.



Dinamakan Candi Banyunibo, karena situs candi Budha  ini terkurung oleh lereng-lereng perbukitan disisi timur dan selatan dan jika dimusim hujan akan tampak air mengalir turun dari lereng-lereng perbukitan yang mengelilingi bangunan candi ini. Lalu warga setempat menyebutnyan Banyu Nibo  yang artinya air jatuh. Maka dinamakannyalah Candi Banyunibo oleh masyarakat setempat.

Candi induk yang berukuran panjang 15,325 meter, lebar 14,26 meter dan tinggi 14,25 meter terlihat berdiri menjulang dan kokoh. Bangunan candi induk ini berbentuk persegi yang terdapat tangga masuk disisi baratnya. Candi Banyunibo mempunyai selasar, dikarenakan tubuh candi berukuran lebih kecil dibanding kaki candinya.

Memasuki bilik Candi Banyunibo  dengan melintasi sebuah lorong terlebih dahulu. Dimana dikanan maupun kiri lorong ini terdapat relief yang menceritakan tentang dewi kesuburan dalam epos agama Budha  yaitu Hariti  yang digambarkan sedang dikerumuni anak-anak. Sedangkan pada dinding sisi sebelah kiri menggambarkan pria dalam posisi sedang duduk yang merupakan Vaisravana suami dari Hariti.

Diperkirakan Candi Banyunibo merupakan candi untuk peribadatan atau pemujaan bagi Sang Budha Gautama. Hal ini terekam dari jejak adanya relung besar yang dulunya diperkirakan bekas penempatan arca Budha , namun sayang sekali ketika Candi Banyunibo ini ditemukan arca-arca  itu telah lenyap.

sementara itu dinding luar Candi Banyunibo terdapat relung yang diperkirakan bekas ditempatkan arca sang Budha . Candi Banyunibo sendiri ditemukan dalam keadaan runtuh dan proses penelitiannya baru dilakukan di tahun 1940 serta pada tahun 1943 dilakukan penyusunan kembali pada bangunan candi.


Pemugaran Candi Banyunibo berlangsung dua tahap dimana tahap pertama berhasil menyelesaikan bagian alas atau soubasement, kaki candi, tubuh candi dan pelataran serta pagar candi disisi utara.

Sementara itu pemugaran tahap kedua baru dilakukan di tahun 1976 dengan melanjutkan pemugaran atap dan stupa puncak candi induk hingga selesai pada tahun 1978.


by. boimprasetyo



Tidak ada komentar:

Posting Komentar