(CROCODILE PARK)
Taman buaya saat ini kondisinya sangat memprehatinkan dan
terlihat tidak terurus. Kurangnya dana dalam pengelolaannya dan tidak ada
perhatian dari pihak pemda kabupaten bekasi c.q dinas pariwisata kab. Bekasi.
Padahal taman buaya ini merupakan tempat wisata rakyat yang relative murah,
sekaligus tempat belajar bagi anak-anak kita dalam mengenal hewan buas yang
dilindungi undang-undang. Luas taman buaya ini 1,5
hektar dibangun oleh pemiliknya bapak Lukman Arifin pada tahun 1990, dan ada
beberapa daerah lain yang juga dibangun taman buaya oleh bapak Arifin, saya
suka binatang buas ini, jadi bagaimana pun saya akan selalu terus melestarikan
binatang ini. Di taman buaya Indonesia jaya ini terdapat beberapa anjungan
yaitu tempat atraksi buaya, kandang buaya albino dan buaya buntung, penampungan
air, kandang buaya kurang lebih berjumlah 5 kandang (terdiri dari buaya
sumatera, buaya Kalimantan, dan buaya irian), tempat penetasan telur buaya,
taman bermain, musholla dan toilet. Menurut sumber yang kami dapat dari
karyawan taman buaya Bp. Sudarman, sebenarnya taman buaya ini dahulunya berada
di daerah Bandengan Jakarta utara dari tahun 1977-1983, lalu pindah lagi ke
pluit tahun 1983-1992 masih di daerah Jakarta utara juga. Karena letaknya yang
berdekatan dengan perumahan dan di tengah kota maka taman buaya ini
direkomendasikan lagi untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman yaitu di
pinggir kota Jakarta. Maka pada tahun 1993-1994 taman buaya mulai dipindahkan
ke desa sukaragam, serang, kabupaten bekasi hingga saat ini. Karena kurangnya
perhatian dari pihak pemkab Bekasi dalam promosi maka pengunjung taman buaya
sangat sedikit sekali setiap harinya. minat pengunjung di sini cukup kurang,
dalam satu hari mungkin hanya sepuluh sampai lima belas pengunjung kecuali hari
libur bisa mencapai tiga puluh orang. Walaupun harga ticket masuk ke taman
buaya relative murah, Rp 12.000,- untuk dewasa dan Rp 6.000,- untuk anak-anak.
Dengan jumlah pengunjung tersebut memang dipikir secara ratio tidak mungkin
mencukupi biaya yang dibutuhkan untuk keperluan sehari-hari. Taman buaya ini
ada 500 ekor buaya dari beberapa jenis, diantaranya buaya Kalimantan, buaya
Irian, buaya Sumatera, buaya buntung, dan dan buaya putih (albino). Sedangkan
untuk setiap harinya saja diperlukan 300kg-500kg daging ayam per kandangnya.
Menurut karyawan taman buaya 1 ekor buaya besar bisa menghabiskan 4-5 ekor ayam
besar setiap kali makan. Di taman buaya Indonesia jaya ini, pemberian makan
hanya satu kali setiap harinya pada jam 16.00 WIB. Dalam satu kandang terdiri
dari buaya yang berumur 15-45 tahun, dan ada buaya yang paling tua berumur 55
tahun.
Buaya sebagai binatang buas yang dilindungi
undang-undang menhut No. 401/KPTS-VI/
1986 dan menhut No. 869/ KPTS-VI/ 1991. Seharusnya menjadi perhatian kita semua
baik pemerintah setempat maupun masyarakat sebagai pengunjung. Keadaan yang
terjadi di taman buaya serang-cibarusa ini sangat miris sekali, dan perlu
suntikan dana dari pemkab setempat dan tidak hanya ditanggung pengelola saja.
Menurut fakta yang kami temukan taman buaya Indonesia jaya ini merupakan aset
yang berharga bagi pemkab kabupaten bekasi, karena pengunjung tidak hanya dari
daerah bekasi saja bahkan ada yang jauh-jauh dari Jakarta, bogor, tangerang
untuk melihat penangkaran buaya ini. Bahkan sudah 2 tahun terakhir ini untuk
memancing minat pengunjung, taman buaya setiap hari libur mengadakan dua kali
pertunjukan pada jam11:00 dan 14:00 yaitu atraksi debus dari banten, ular, dan
atraksi buaya serta tersedia taman bermain untuk anak-anak. Bila kita lihat
sebenarnya pihak pengelola sudah berupaya semampu mungkin untuk mengadakan
promosi dan memancing minat para pengunjung, akan tetapi terhalang biaya yang
cukup besar maka pengelola hanya menggantungkan pemasukan dari penjualan ticket
pengunjung. Untuk memberi makan buaya saja taman buaya hanya menggantungkan
dari menampung ayam-ayam yang sudah mati dari seluruh peternakan kabupaten
bekasi itupun harus diambil sendiri, ungkap Bp. Sudarman salah satu karyawan
taman buaya. Beliau juga mengatakan hingga saat ini pemkab bekasi sama sekali
belum pernah memberikan perhatian terhadap keadaan taman buaya Indonesia jaya
ini, baik dana maupun dalam hal promosi terhadap public. Hal ini bisa terbantu
bila respon pemkab bekasi segera turun tangan dengan memberikan suntikan dana
untuk kelanjutan pengelolaannya ke depan dan membantu dalam mempromosikannya
karena menurut saya taman buaya ini merupakan sebagian kecil dari program “VISIT
INDONESIA YEAR 2008”.
Pihak taman buaya sendiri juga kurang
mengoptimalkan fasilitas bagi pengunjung. Dari data pengamatan yang kami
peroleh terdapat musholla yang keadaannya tak terawat, permainan anak-anak yang
tidak dioperasikan (entah sudah rusak / tidak ada dana untuk mengoperasikannya
kembali), dan fasilitas kantin yang tidak ada. Dengan keadaan seperti itu
membuat para pengunjung merasa tidak betah dan tak nyaman untuk berlama-lama di
taman buaya. Padahal fasilitas itu semua bisa menarik minat masyarakat untuk
berkunjung k etaman buaya Indonesia jaya. Sekali lagi perlu adanya kerjasama
antara pihak pengelola dengan pemkab setempat untuk kelanjutan nasib taman
buaya kedepannya. (b0!m)





