Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Sabtu, 30 November 2013

Tanah Lot


Siapa yang belum pernah lihat Tanah Lot. Saya yakin sudah banyak yang melihat meskipun hanya di kalender. Ya, Tanah Lot merupakan destinasi wisata yang ada di pulau Bali yang sering jadi langganan nampang di kalender karena keesotikan panoramanya. Ketika matahari terbit dan terbenam Tanah Lot merupakan spot incaran para fotografer untuk mengabadikan moment yang penuh keindahan, dengan background bangunan pure yang berdiri diatas Tanah Lot dan hamparan laut lepas menambah keagungan penciptaan Tuhan ketika sunrice dan sunseet tiba.

Sebenarnya Tanah Lot adalah batu karang besar yang terpisah dengan bibir pantai laut selatan pulau Bali yang membentuk sebuah pulau kecil. Yang menjadi istimewanya adalah, adanya pure diatas pulau tersebut. Pure itu bernama Pure Luhur atau Pure Agung Tanah Lot. Tanah Lot sendiri berada di Desa Pekraman Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan-Bali . sekitar 13 kilometer dari kota Tabanan atau 22 kilometer kearah barat dari ibu kota Bali-Denpasar. Pure luhur Tanah Lot sendiri merupakan pure Dang Khayangan yang dibangun 15 abad yang lalu oleh Dhang Yang Niratha seorang pendeta penganut agama hindu dari kerjaan majapahit. Kenapa dikatakan Tanah Lot, kata tanah diartikan sebagai batu karang yang menyerupai gili atau pulau kecil, sedangkan kata lot mempunyai arti laut. Jadi nama Tanah Lot diartikan sebagai pulau kecil yang terapung di tengah laut.

Pure luhur Tanah Lot sendiri awal mulanya dibangun oleh Dhang Yang Niratha pada 15 abad yang lalu. Sebenarnya dahulu kala Tanah Lot tidak terpisah dengan pantai laut selatan Bali, dikarenakan untuk melindungi diri dari usiran Bandesa Beraban tokoh penganut monotheisme pada waktu itu. Dengan kekuatan spiritualnya dia memindahkan batu karang besar yang biasanya untuk bersemedi ke tengah lautan, dan sejak itulah dinamakan Tanah Lot atau Tanah di Tengah Lautan.

Di pure luhur Tanah Lot juga terdapat mata air yang diberi nama air suci yang konon katanya berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, untuk kesuburan memiliki anak dan sebagai obat awet muda. Maka dari pada itu banyak pengunjung yang meminta air suci tersebut untuk sekedar membasuh wajah atau badan maupun untuk dibawa pulang. Tidak hanya itu saja, ada yang namanya Lipi Poleng atau Ular Suci. Ular suci yang berwarna hitam-putih ini konon katanya juga jelmaan dari selendang yang dikenakan Dhang Yang Nirartha ketika melawan Bandesa Beraban. Lipi Poleng ini diyakini masyarakat sebagai penjaga Pure Luhur Tanah Lot.

Untuk mengunjungi Pure Luhur Tanah Lot tidaklah mudah, harus menunggu air laut surut terlebih dahulu. Jadi jka anda berkunjung ke Tanah Lot pad waktu air pasang maka anda hanya akan bisa melihat Pure Luhur Tanah Lot dari bibir pantai saja tanpa bisa mendatangi pure luhur tersebut. Untuk wisatawan domestik cukup merogoh kocek Rp 7.500,-/orang untuk anak-anak dan dewasa Rp 10.000,-/orang untuk orang dewasa. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara Rp 15.000,- /orang dan Rp 30.000,-/orang untuk orang dewasa.

Ada sesuatu yang unik yang terlihat di sekitaran wisata Tanah Lot. Anda akan mendapati para penjaja jasa foto langsung jadi dengan pakaian adat Bali yang menggunakan sarung khas Bali bermotif kotak-kotak dan ikat kepala yang dinamakan pudeng. Jadi jika anda mampir ke Tanah Lot lupa membawa camera untuk mengabadikan moment indah di Tanah Lot, janganlah khawatir karena para fotografer-fotografer disini akan selalu bersedia mengabadikan gambar anda yang tentunya dengan tarif yang memuaskan.

Bagi anda yang senang travelling dan hobi belanja, masih di komplek wisata tanah lot difasilitasi dengan pasar seni. Pasar seni ini menjajakan berbagai jenis oleh-oleh khas bali seperti baju, sarung atau kain bali, lukisan, patung dan barang lainnya yang dapat dijadikan buah tangan yang tentunya semua bernuansa pulau dewata.