Banyak andil kiprah pengabdian warga keturunan Tionghoa untuk Indonesia dimasa lalu. Di dunia kedokteran mata dikenal tokoh Yap Hong Tjoen. Kiprahnya sebagai pendiri sumah sakit mata tertua di indonesia diabadikan dalam sebuah museum bernama, Musem Dokter Yap di Yogyakarta.
Masuk ke ruang museum
Dokter Yap seakan ingatan kita dibawa ke masa lalu, dimana teknologi peralatan
kesehatan belum semodern saat ini. Namun siapa sangka, benda-benda yang
dipamerkan merupakan peralatan kedokteran mata paling canggih di zamannya,
yaitu di tahun 1923 hingga 1969.
Inilah museum Dokter Yap yang berada dalam kompleks Rumah Sakit Mata Dokter Yap Yogyakarta. Rumah Sakit Mata Dokter Yap sendiri merupakan rumah sakit khusus mata tertua di indonesia, didirikan oleh dokter keturunan tionghoa Yap Hong Tjoen dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono ke 8 di tahun 1923.
Museum Dokter Yap digagas
untuk menyelamatkan peralatan kedokteran mata yang kala itu digunakan pendiri
rumah sakit mata dokter yap dan penerusnya, yaitu Yap Hong Tjoen dan Yap Kie
Tiong yang hanya tersimpan di gudang. Dengan menempati gedung berarsitektur
indies di sisi utara rumah sakit, Museum Dokter Yap tahun 1997 diresmikan oleh
Sri Sultan Hamengku Buwono Sepuluh.
Museum Dokter Yap memiliki 900-an koleksi yang terdiri dari alat-alat kedokteran mata, perkakas rumah tangga, berbagai buku ilmu kedokteran dan desertasi dokter Yap Hong Tjoen dan anaknya Yap Kie Tiong saat menimba ilmu di Universitas Leiden, Belanda. Berbagai macam peralatan kedokteran mata koleksi museum ini ada yang dibuat di tahun 1800-an dan didatangkan langsung dari Belanda dan Jerman.
Keberadaan Museum Dokter Yap saat ini selain dikunjungi oleh keluarga pasien yang sedang rawat inap juga dijadikan sebagai museum edukasi bagi para pelajar dan studi banding untuk mahasiswa kedokteran tingkat akhir.



