Untuk mengurangi hama padi tidak selamanya harus menggunakan insektisida kimia. Para pendahulu sebenarnya telah menerapkan cara yang ramah lingkungan dalam menanggulangi hama tanaman padi, yang saat ini perlu dimunculkan kembali. Perangkap hama padi itu dengan umpan kepiting atau keong sawah.
Untuk membuat perangkap ini, sederhana dan murah. cukup menggunakan botol bekas minuman air mineral yang atasnya diberi umpan kepiting dan pada dasar botol diberi cairan yang mengandung racun, bisa juga menggunakan cairan detergen. Cara kerja perangkap, kepiting atau keong yang dijadikan umpan dibiarkan membusuk. Bau busuk yang menyengat akan mengundang hama padi seperti walang sangit ataupun serangga lainnya untuk masuk ke dalam botol.
setelah serangga masuk ke dalam botol, karena menghampiri aroma busuk dari kepiting, maka serangga akan haus dan meminum cairan beracun yang ada di dasar botol. Secara perlahan-lahan serangga ataupun walang sangit akan mati.
Perangkap dengan umpan kepiting ini sangat efektif untuk mengurangi serangga hama padi. Setiap sepekan sekali umpan dan cairan beracun harus diganti. untuk lahan seluas seribu meter persegi diberi 10 perangkap dengan posisi pemasangan zig-zag.


