Batik Nitik asli dari Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta keberadaannya kini sudah hampir punah. Proses yang sulit, tidak banyak lagi yang mempelajarinya maka motif batik ini terancam punah. Batik Nitik dibuat hanya dengan menyusun titik-titik malam yang keluar dari ujung canting yang dibelah menjadi 4 sisi.
berbeda dengan batik tulis ataupun batik cap, batik nitik tidak menggunakan pola dalam proses membatiknya. metode batik nitik, membatik dengan hanya memberikan titik-titik sebagai ganti melukis. Canting untuk batik nitik pun ujungnya harus dibelah menjadi segi empat agar mampu menghasilkan titik dan uniknya, canting batik nitik tidak dijual dipasaran. Pembatik harus bisa membelah ujung canting menjadi 4 sisi sama besar. Karena relative sulit dan unik, batik nitik kini tidak banyak lagi digeluti oleh kaum muda. Yang tersisa kinia ahanya para ibu rumah tangga dan manula saja yag masih setia membatik dengan canting belah segi empat itu.
batik nitik asli
dari desa trimulyo, kabupaten bantul, daerah istimewa yogyakarta sudah 4 tahun
terakhir ini kembali dihidupkan oleh para ibu yang tergabung dalam Kelompok
Batik Nitik Trimulyo. Keberadaan metode batik nitik yang hampir punah, menjadi
kerisauan para ibu di padukuhan blawang, desa trimulyo untuk kembali
memunculkan batik nitik warisan para leluhur mereka.
membatik dengan motode nitik tidak memerlukan pola, hanya dibantu dengan garis kotak-kotak. Cara membatiknya pun hanya dengan menyusun titik-titik malam yang keluar dari ujung canting yang telah dibelah menjadi empat sisi. Dari titik-titik yang dikreasikan inilah, nantinya akan menghasilkan motif batik yang indah.
Lantaran lebih
rumit dalam membuat motif dan memerlukan ekstra kesabaran dalam membuatnya,
harga batik nitik diatas rata-rata batik tulis. untuk kain batik nitik dengan
ukuran 1 meter kali 2 hingga 2 setengah meter, paling murah dibandrol harga 450
ribu rupiah. untuk harga termahal di atas 1 juta rupiah tergantung kesulitan
motif yang dibuat.


