Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Kamis, 29 September 2016

AN NURUMI, MASJID UNIK BERGAYA KREMLIN

Tak cuma Rusia yang punya bangunan dengan kubah gendut berwarna-warni seperti Katedral Santo Basil// Di Indonesia pun ternyata ada bangunan yang menyerupai/ meskipun ukurannya jauh lebih kecil// Masjid An Nurumi yang terletak dipinggir jalan raya yogya-solo berarsitektur menyerupai ikon kremlin di negara rusia//

Masjid yang terletak di tepi jalan solo kilometer 15 tepatnya di Candisari, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini tampak terlihat mencolok tak seperti lumrahnya bangunan masjid. Dengan kubah-kubah berwarna-warni dan bergaya arsitektur khas Rusia, masjid yang diberi nama An Nurumi ini mencuri perhatian pengendara yang melintas di jalur Yogya-Solo.

Masjid yang dibangun seorang pengusaha ayan goreng di yogyakarta ini memang meniru bangunan Kremin, di Kota Moscow, Rusia. Berdirinya masjid bergaya kremlin ini dilatar belakangi keluarga hajad umi nursalim sepulang umroh, mampir ke benua Eropa Timur dan melihat bangunan Katedral Santo Basil di Rusia. Berangkat dari situ, keluarga umi nursalim mempunyai nazar jika dilebihkan rejeki akan membangun masjid dengan kubah masjid bergaya Katedral Santo Basil.

Pembangunan masjid an nurumi memakan waktu 2 tahun dan pada agustus 2007 diresmikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono ke 10. Berdiri diatas luas lahan 700 meter persegi An Nurumi mempunyai 9 menera dengan beraneka warna. 9 menara berfilosofi pada penyebaran islam ditanah jawa oleh 9 wali. Masjid An Nurumi kian terlihat megah dengan hiasan kaca patri dan kaligrafi ayat suci Al Qur’an di bagian interiornya.


Kendatipun Masjid An Nurumi tidak terlalu besar namun telah memberikan banyak manfaat. Letaknya yang ditepi jalan raya Yogya-Solo mampu memberikan keteduhan bagi para pengendara yang ingin beristirahat sejenak dan menjalankan ibadah sebelum melanjutkan perjalanan.


Minggu, 18 September 2016

UJI ADRENALIN DI PANTAI TIMANG


Jika anda senang berpetualang menguji adrenalin, tidak ada salahnya mencoba menyeberangi tebing karang di pantai timang yang berada di Kabupaten Gunungkidul/ Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan dikenai biaya 150 ribu rupiah untuk naik gondola menyebarang melintasi tebing curam, dimana bawahnya bergulung ombak pantai selatan yang terkenal dahsyat.

Pantai timang yang berada di kecamatan tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu pantai di laut selatan yang menawarkan sesuatu yang berbeda bagi wisatawan. Tidak hanya panorama pantai yang indah, di pantai timang pengunjung bisa menguji adrenalin dengan menyebrang ke pulau karang menggunakan gondola. Dengan dikenakan biaya 150 ribu rupiah per orang. Pengunjung akan diseberangkan dengan gondola yang ditarik menggunakan tenaga manusia.

Ada sensasi yang berbeda yang menguji adrenalin. Dimana dengan menyebarang ke pulau karang tersebut dibawahnya terdapat tebing yang curam dan batu-batu karang tajam. Tak hanya itu saja, sesekali gulungan ombak pantai selatan menghempas ke batu karang/ sehingga muncul suara dentuman bagaikan ledakan bom. 

Sebetulnya gondola di pantai timang ini digunakan oleh para nelayan sudah sejak tahun 97 untuk menyeberang ke pulau karang mencari lobster. Setiap musim hujan, para nelayan akan menyeberang ke pulau karang di sore hari untuk memasang jebakan lobster dan keesokan harinya mereka mengambil lobster-lobster yang berhasil terkena jebakan tersebut. Untuk saat ini keberadaan gondola justru menjadi ikon pantai timang yang mampu menghasilkan rupiah bagai para nelayan setempat.

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung yang ingin menggunakan gondola, perawatan gondola dilakukan setiap hari dengan pengecekan tali dan katrol. Selain itu, operator gondola pun tidak akan menyebarangkan wisatawan bilamana kondisi gelombang laut sedang tinggi karena terlalu berbahaya. Anda ingin menguji adrenalin, gondola pantai timang bisa menjadi salah satunya.