Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Minggu, 27 Desember 2015

JANGAN DATANG KE JOGJA


Beberapa hari ini banyak keluhan tentang Yogyakarta yang terlontar dari mulut wisatawan ataupun pelancong yang sedang berkunjung. Setiap musim liburan tiba baik liburan Natal-Tahun Baru maupun libur lebaran banyak tukang “sulap” di yogyakarta. Ya, menyulap tarif parkir menjadi super mahal tanpa dasar perda yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait, jadi dinaikkan seenaknya oleh pengelola parkir. Begitu juga dengan harga makanan yang mer0ket tinggi tidak sewajarnya. Katanya aji mumpung. Mumpung banyak wisatwan, mumpung ramai dan mumpung ada kesempatan.

Dengan kondisi ini saya sebagai orang jogja sebenarnya malu. Kenapa jogja yang katanya berhati nyaman justru membuat wistawan merasa tidak nyaman . Mafia parkir yang banyak dikelola preman membuat pemerintah daerah tidak punya nyali untuk mengambil tindakan tegas, bahkan bersikap apriori dan pura-pura dungu. Hal semacam ini terus terjadi setiap tahunnya ketika musim liburan dan yang dilakukan pemerintah daerah pun nol besar.. Seakan-akan tidak bertindak dengan aksi mafia parkir dan pedagang yang menaikkan harga seenak jidatnya saja.

Jika ini terus berlanjut tidak menutup kemungkinan wisatawan akan enggan kembali ke jogja.  lantaran jogja sudah tidak nyaman dijadikan sebagai tujuan wisata dengan mematok segala tarif wisata yang seenak jidatnya sendiri.


Lebih baik jangan datang ke jogja jika orang jogja sendiri tidak bisaa merubah sikapnya yang bisa membuat wisatawan merasa nyaman. Lebih baik jangan datang ke jogja sebelum pemerintah daerahnya bisa memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi wisawannya. Lebih baik jangan datang ke jogja kalau masih bermunculan tukang “sulap” musiman.