Duel rotan Suku Sasak

Peresean adalah tradisi adu ketangkasan masyarakat suku Sasak di nusa tenggara barat yang masih dijaga turun-temurun. Duel rotan ini dah...

Sabtu, 08 Maret 2014

Klenteng Sam Poo Kong


Jalan-jalan ke kota Semarang selain berkunjung ke Lawang Sewu , nongkrong di Simpang Lima ataupun menyempatkan diri berfoto di depan Gereja Blenduk ternyata masih ada lagi destinasi wisata yang tidak kalah elok indahnya bahkan ada secuil cerita yang tersembunyi yang tentunya perlu diketahui bagi wisatawan. Ya, tempat wisata yang dimaksud adalah Klenteng Agung Sam Poo Kong yang berada didaerah Simongan, sebelah barat daya Kota  semarang.Berbicara tentang Klenteng Sam Poo Kong tidak lepas dari sosok tokoh Laksamana Cheng Ho yang termasyur. Seorang laksamana muslim dari Negeri Tirai Bambu yang melanglang buana mengarungi samudra luas untuk mengemban misinya berdiplomasi dengan kerajaan-kerajaan yang dikunjunginya, termasuk kerajaan yang ada di Nusantara ini. Klenteng Sam Poo Kong sendiri awalnya hayalah sebuah patilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan Laksamana Cheng Ho. Meskipun dari negeri cina namun Cheng Ho merupakan laksamana muslim yang taat. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an". 



Ketika armada Cheng Ho berlayar hingga ke nusantara, Wang Jinghong yang merupakan orang kedua dalam armada itu mendadak sakit keras sehingga Cheng Ho memutuskan untuk membuang sauh di Simongan yang kala itu masih berupa pantai. Gua batu yang ditemukan oleh Cheng Ho kemudian digunakan sebagai tempat beristirahat Wang Jinghong dan sepuluh anak buahnya, sedangkan Cheng Ho kembali melanjutkan pelayarannya. Singkat cerita Wang Jinghong dan anak buahnya kemudian menikahi wanita pribumi serta memutuskan untuk tinggal di Simongan. Lambat laun Simongan berubah menjadi tempat yang maju karena aktivitas perdangan dan pertanian. Warga Tionghoa yang berdatangan ke Semarang pun bermukim dan bercocok tanam serta melakukan perniagaan. Guna mengenang serta menghormati Laksmana Cheng Ho, Wang Jinghong mendirikan patung Cheng Ho di dalam gua. Sepeninggalnya Wang Jinghong, etnis Cina yang mulai memadati Simongan dan mendirikan sebuah klenteng sederhana yang diberi nama Klenteng Sam Poo Kong.

Pada abad ke 18 ketika nusantara diduduki bangsa belanda warga Tionghoa direlokasi ke kawasan Pecinan oleh Belanda, sempat mengalami kesulitan saat hendak beribadah di Klenteng Sam Poo Kong. Dikarenakan belanda menetapkan pajak yang sangat tinggi bagi warga yang ingin beribadah. Pemajakan ini baru berakhir pada tahun 1879 saat Raja Gula Oei Tiong Ham membeli hak atas tanah ini. Klenteng Sam Poo Kong pun kembali dikunjungi warga dan terus berbenah diri serta bersolek menjadi cantik seperti sekarang. Selain sebagai tempat peribadatan, saat ini Klenteng Sam Poo Kong sudah menjadi salah satu tempat wisata religi yang jadi unggulan di Semarang. Kompleks Klenteng Agung Sam Poo Kong terbagi menjadi dua bagian, yaitu plaza utama dan bangunan klenteng. Pengunjung yang tidak memiliki kepentingan hanya boleh masuk ke plaza utama, tempat di mana berdiri patung Laksmana Cheng Ho setinggi 10,7 meter. Patung berbahan dasar perunggu yang dibuat di Cina ini merupakan patung tertinggi di Asia Tenggara. Di sebelah selatan terdapat gerbang raksasa berwarna merah menyala yang membuat kita serasa berada di Negeri tirai bambu. Di balik pagar besi terdapat bangunan klenteng yang hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang berkepentingan semisal hendak berdoa atau ingin membaca peruntungan atau ramal yang dikenal dengan istilah ciamsi.


Untuk bisa berkunjung ke bangunan klenteng ini pengunjung harus membeli ticket terlebih dahulu seharga Rp 20.000,- yang sebelumnya harus mempersiapkan persyaratannya terlebih dahulu seperti membawa hio atau dupa yang dapat dibeli didalam kompleks Klenteng Sam Poo Kong seharga Rp 10.000,-. Setelah lengkap membawa persyaratannya dan membeli ticket untuk masuk ke bangunan klenteng wisatawan akan memasuki bangunan klenteng sam poo kong. Untuk hal ini jika anda ingin diramal oleh suhu atau juga biasa disebut Biokong. Disini terdapat 4 klenteng yaitu  bernama Klenteng Dewi Laut, Dewa Bumi, Kyai Juru Mudi, dan Klenteng Sam Poo Kong. dalam bangunan klenteng akan tampak Ukiran naga dan huruf Cina berwarna emas menghiasi pilar-pilar merah. Sebuah bedug raksasa berwarna merah terlihat di klenteng utama. Sedangkan di bagian bawah yang agak tersembunyi terdapat petilasan Kyai Jangkar, Kyai Tumpeng, dan Kyai Tjundrik Bumi. Di belakang altar utama, terdapat relief yang menggambarkan tentang kisah pelayaran Cheng Ho.











by boimprasetyo